Membuat Tweepy dengan Flask - Episode 1

Mungkin kamu telah mengenal beberapa web framework berbasis Python seperti Django. Hal ini tidak mengherankan karena framework tersebut sangat populer dan sudah banyak situs-situs besar yang dibuat dengan menggunakan framework tersebut. Namun untuk membuat projek kecil-kecilan dengan Django mungkin agak kurang sesuai karena banyak fitur Django yang sebenarnya tidak kita butuhkan. Selain itu mungkin juga projek kecil kita tidak dapat selesai dengan waktu yang singkat. Bagaimana dengan Flask?

Flask adalah microframework yang dipelopori oleh Armin Ronacher. Bila dibandingkan dengan Django, Flask jauh lebih ringan dan cepat karena Flask dibuat dengan ide menyederhanakan inti framework-nya seminimal mungkin. Dengan tagline “web development, one drop at a time”, Flask dapat membantu kita membuat situs dengan sangat cepat meskipun dengan librari yang sederhana.

Pada Flask, kita tidak akan menemukan konsep-konsep besar seperti MVC. Namun Flask masih menyediakan fungsi-fungsi dasar seperti routing, rendering, templating, sessions, error handling dan logging. Untuk mengenal lebih dalam mengenai Flask, pada artikel kali ini kita akan membuat aplikasi website sederhana yang akan melibatkan beberapa fitur-fitur dasar pada Flask.

Tweepy

Aplikasi Tweepy adalah aplikasi yang mirip dengan Twitter. Fitur-fitur yang akan kita implementasikan pada Tweepy adalah:

  • Register
  • Login + Logout
  • Menambahkan tweet
  • Melihat timeline
  • Mem-follow pengguna lain

Apabila kamu belum familiar dengan pemograman Python, silakan baca artikel Berkenalan dengan Python sebelum kamu mengikuti tutorial ini.

Persiapan

Lakukan instalasi Flask dengan menjalankan perintah berikut:

pip install flask

Untuk mengecek apakah Flask telah terinstal dengan baik, kamu dapat menjalankan perintah ini:

pip freeze | grep Flask

Setelah itu buatlah folder dengan nama tweepy untuk menyimpan file-file projek Tweepy.

Membuat struktur projek

Buat folder static dan templates di dalam folder tweepy. Folder static digunakan untuk menyimpan file-file gambar dan css, sedangkan folder templates digunakan untuk menyimpan file-file html. Setelah itu, buat file schema.sql dan tweepy.py satu level dengan folder static dan templates. Struktur projek kamu akan terlihat seperti di bawah ini:

tweepy\
--- static\
--- templates\
--- schema.sql
--- tweepy.py

Membuat skema database

Karena aplikasi website-nya sederhana, kita cukup menggunakan sqlite3 sebagai database. Untuk menulis skema database-nya, editlah file schema.sql pada aplikasi text editor favorit kamu. Kita akan membuat tiga tabel, yaitu tabel users untuk menyimpan data pengguna, tabel followers untuk menyimpan data followers dan tabel tweet untuk menyimpan tweet-tweet. Salin kode di bawah ini pada schema.sql:

drop table if exists users;
create table users (
  id integer primary key autoincrement,
  username text not null,
  fullname text not null,
  password text not null
);

drop table if exists followers;
create table followers (
  user_id integer,
  follower_id integer
);

drop table if exists tweets;
create table tweets (
  id integer primary key autoincrement,
  user_id integer not null,
  tweet text not null,
  pub_date integer
);

Impor librari-librari yang dibutuhkan

Buka file tweepy.py pada aplikasi text editor, lalu tulis kode di bawah ini:

import sqlite3
from flask import Flask, request, session, g, redirect, url_for, \
  abort, render_template, flash
from contextlib import closing

Potongan kode di atas berfungsi untuk mengimpor librari-librari yang dibutuhkan pada aplikasi kita. Pada baris pertama, kita mengimpor sqlite3 untuk manajemen database. Pada baris kedua, kita mengimpor fitur-fitur utama dari Flask yang nantinya akan kita gunakan untuk membuat aplikasi Tweepy.

Pada baris kode selanjutnya, salin kode di bawah ini:

# konfigurasi umum
DATABASE = '/tmp/tweepy.db'
DEBUG = True
SECRET_KEY = 'abcdefghijklmnopqrstuvwxyz0123456789'
PER_PAGE = 30

Ada empat konfigurasi yang kita perlukan, yaitu DATABASE, DEBUG, SECRET_KEY, dan PER_PAGE. DATABASE diisikan dengan alamat direktori tempat menyimpan file sqlite. Variabel DEBUG diset dengan nilai True supaya kita dapat lebih mudah mempelajari error yang mungkin terjadi pada aplikasi kita. Variabel PER_PAGE diisi dengan nilai yang menunjukkan jumlah tweet maksimum yang kita ambil dari database.

Untuk pengguna Windows, set DATABASE dengan alamat direktori absolut, misalkan C:/.

Membuat objek Flask

Untuk menggunakan framework Flask, kita harus membuat objek Flask dengan menuliskan kode di bawah ini:

# Deklarasi aplikasi Flask
app = Flask(__name__)
app.config.from_object(__name__)

Pada baris pertama, kita memasukkan objek Flask ke dalam variabel app, sedangkan pada baris kedua kita menginisialisasi konfigurasi yang sudah kita tulis sebelumnya.

Semua variabel yang dituliskan dalam bentuk kapital akan dianggap sebagai variabel konfigurasi oleh Flask.

Membuat fungsi untuk terhubung ke database

Setiap kali kita ingin melakukan kueri ke database, sebelumnya kita harus membuka koneksi terlebih dahulu dengan database. Oleh karena itu kita perlu membuat fungsi yang dapat kita gunakan untuk melakukan koneksi database. Kita dapat membuatnya seperti pada kode berikut ini:

# fungsi koneksi database
def connect_db():
  db = sqlite3.connect(app.config['DATABASE'])
  db.row_factory = sqlite3.Row
  return db

Pada baris pertama dari fungsi ini, kita melakukan koneksi database dengan memanggil fungsi sqlite3.connect() dan memasukkan parameter berupa konfigurasi sesuai dengan yang kita tulis sebelumnya. Keluaran dari fungsi sqlite3.connect() kita masukkan ke dalam variabel lokal db. Pada baris kedua, kita mengeset koneksi database agar hasil kueri lebih mudah untuk ditransformasi menjadi array hashmap.

Membuat fungsi inisialisasi database

Kita belum memiliki tabel apapun pada database kita. Untuk menginisialisasinya, buat fungsi seperti yang terlihat pada kode di bawah ini:

# fungsi inisialisasi tabel pada database
def init_db():
  with closing(connect_db()) as db:
    with app.open_resource('schema.sql', mode='r') as f:
      db.cursor().executescript(f.read())
    db.commit()

Setelah itu simpan file tweepy.py dan lakukan inisialisasi database dengan menjalankan perintah seperti di bawah ini pada terminal.

$ python
Python 2.7.6 (default, Mar 22 2014, 22:59:56)
[GCC 4.8.2] on linux2
Type "help", "copyright", "credits" or "license" for more information.
>>> from tweepy import init_db
>>> init_db()

Perintah di atas menghasilkan file tweepy.db pada alamaat direktori yang kamu tulis di variabel DATABASE.

Membuat fungsi kueri database

Untuk melakukan kueri pada database, buat fungsi seperti kode berikut ini:

# fungsi untuk melakukan query
def query_db(query, args=(), one=False):
  db = connect_db()
  cur = db.execute(query, args)
  rv = cur.fetchall()
  db.close()
  return (rv[0] if rv else None) if one else rv

Pada fungsi query_db(), kita membuat 3 parameter, yaitu query sebagai string kuerinya, args untuk menyimpan array argumen yang digunakan pada fungsi db.execute(), dan one dengan nilai default False untuk mengeset apakah array kueri yang dikembalikan hanya satu atau seluruhnya.

Membuat routing

Sekarang saatnya membuat routing pada aplikasi kita. Tulis (atau salin) kode di bawah ini:

# routing
@app.route('/')
def home():
  if 'user_id' in session:
    return redirect(url_for('timeline'))
  return render_template('home.html')

@app.route('/timeline')
def timeline():
  if 'user_id' not in session:
    return redirect(url_for('public_timeline'))
  return render_template('timeline.html', tweets=query_db('''
    select tweets.*, users.* from tweets, users
    where tweets.user_id = users.id and users.id = ?
    order by tweets.pub_date desc limit ?''',
    [session['user_id'], app.config['PER_PAGE']]), test=query_db('''
    select * from users where username = 'ambercat'
    '''))

@app.route('/public_timeline')
def public_timeline():
  return render_template('timeline.html', tweets=query_db('''
    select tweets.*, users.* from tweets, users
    where tweets.user_id = users.id order by tweets.pub_date desc limit ?''',
    [app.config['PER_PAGE']]))

@app.route('/add_tweet', methods=['POST'])
def add_tweet():
  if 'user_id' not in session:
    abort(401)
  if request.form['tweet']:
    db = connect_db()
    db.execute('''insert into tweets (user_id, tweet, pub_date)
      values (?, ?, ?)''', (session['user_id'], request.form['tweet'],
                            int(time.time())))
    db.commit()
    db.close()
    flash('Your tweet has been added')
  return redirect(url_for('timeline'))

@app.route('/login', methods=['GET', 'POST'])
def login():
  if 'user_id' in session:
    return redirect(url_for('timeline'))
  error = None
  if request.method == 'POST':
    user = query_db('''select * from users where username = ?''',
      [request.form['username']], one=True)
    if user is None:
      error = 'Invalid username'
    elif not check_password_hash(user[3], request.form['password']):
      error = 'Invalid password'
    else :
      flash('You were successfully logged in')
      session['user_id'] = user[0]
      session['username'] = user[1]
      return redirect(url_for('timeline'))
  return render_template('login.html', error=error)

@app.route('/register', methods=['POST'])
def register():
  if 'user_id' in session:
    return redirect(url_for('timeline'))
  error = None
  if request.method == 'POST':
    if not request.form['username']:
      error = 'Please enter your username'
    elif not request.form['fullname']:
      error = 'Please enter your fullname'
    elif not request.form['password']:
      error = 'Please enter your password'
    elif request.form['password'] != request.form['password2']:
      error = 'The two password that you entered didn\'t match'
    elif get_user_id(request.form['username']) is not None:
      error = 'The username is already taken'
    else:
      db = connect_db()
      db.execute('''insert into users (
        username, fullname, password) values (?, ?, ?)''',
        (request.form['username'], request.form['fullname'],
         generate_password_hash(request.form['password'])))
      db.commit()
      db.close()
      flash('You were successfully registered')
      return redirect(url_for('login'))

@app.route('/logout')
def logout():
  session.pop('user_id', None)
  flash('You were successfully logged out')
  return redirect(url_for('public_timeline'))

Pada dasarnya semua fungsi routing diawali dengan fungsi @app.route() satu baris sebelum deklarasi fungsinya. Selain itu semua fungsi routing dapat diakses secara publik melalui alamat url yang kita tulis sebagai input pada @app.route().

Untuk melakukan pengalihan alamat url, kita menggunakan fungsi redirect() dengan parameter berupa string alamat url yang dituju. Supaya kita tidak perlu mengingat satu-satu alamat url-nya, kita gunakan fungsi url_for(). Fungsi tersebut dapat mengembalikan string alamat url sesuai dengan nama fungsi yang kita masukkan sebagai parameter.

Untuk routing yang mengembalikan html, kita menggunakan fungsi render_template(). Ada beberapa paramater untuk fungsi tersebut. Parameter pertama berupa nama template html yang kita simpan pada folder templates. Sedangkan parameter kedua berupa data yang ingin kita kirim ke tampilan html / view.

Pada routing /register, kita melakukan cukup banyak validasi form, salah satu di antaranya adalah mengecek apakah username yang diinputkan belum ada pada database. Pengecekan username dilakukan dengan menggunakan fungsi get_user_id(). Kita dapat membuat fungsi tersebut seperti potongan kode berikut ini:

def get_user_id(username):
  rv = query_db('select id from users where username = ?',
                [username], one=True)
  return rv[0] if rv else None

dan tulis fungsi tersebut di bawah fungsi query_db().

Dan yang paling penting, untuk menyimpan nilai pada session kita gunakan array session[] yang telah disediakan oleh librari Flask. Untuk menghapus session, kita gunakan fungsi session.pop() dengan input berupa nama session yang ingin kita hapus.

Membuat templates

Meskipun pada beberapa fungsi routing kita sudah menggunakan fungsi render_template(), kita belum membuat template sama sekali. Kita juga sempat menuliskan nama-nama file template seperti home.html, login.html dan timeline.html pada kode. Pada bagian ini, kita akan membuat template-template tersebut.

Sebelumnya, buat file layout.html pada folder templates sebagai basis dari template kita. Tulis kode di bawah ini pada layout.html:

<!doctype html>
<html>
  <head>
    <meta charset="utf-8">
    <title>{% block title %} Welcome {% endblock %} - Tweepy</title>
    <link rel="stylesheet" type="text/css" href="{{ url_for('static', filename='style.css') }}">
  </head>
  <body>
    <!-- blok body dapat kita manfaatkan untuk meng-inject kode html yang kita simpan pada file lain -->
    {% block body %}{% endblock %}
  </body>
</html>

Pada beberapa bagian dari kode html di atas ini, terlihat sintaks {% %} yang merupakan sintaks templating dari Jinja2. Jinja2 ini adalah librari yang sudah terdapat pada Flask.

Selanjutnya buat file login.html pada folder templates. Tulis kode di bawah ini pada login.html:

{% extends "layout.html" %}
{% block title %}Sign In{% endblock %}
{% block body %}
  <h2>Sign In</h2>
  {% if error %}<div class="error"><strong>Error:</strong> {{ error }}</div>{% endif %}
  <form action="" method="post">
    <dl>
      <dt>Username:
      <dd><input type="text" name="username" size="30" value="{{ request.form.username }}">
      <dt>Password:
      <dd><input type="password" name="password">
    </dl>
    <div class="actions"><input type="submit" value="Sign In"></div>
  </form>
{% endblock %}

Pada baris pertama, kita melakukan extend untuk memanfaatkan file layout.html yang telah kita buat sebelumnya. Dengan begitu, login.html juga memiliki kode yang terdapat pada layout.html. Saat server web Tweepy men-generate file html untuk request url /login, kode yang dituliskan di dalam {% block body %} pada login.html secara otomatis disesuaikan letaknya sesuai dengan deklarasi {% block body %} pada layout.html. Selain itu apa yang kita tulis pada {% block title %} di login.html juga secara otomatis disesuaikan letaknya sesuai dengan deklarasi {% block title %} pada layout.html.

Ada beberapa fungsi template lain yang kita gunakan pada login.html. Kita menggunakan fungsi if untuk mengecek apakah terdapat data error yang kita kirim lewat fungsi render_template pada routing login.html. Apabila ada, maka tag yang terdapat pada blok {% if %} akan di-generate oleh server. String error dapat kita cetak dengan mengapitnya di dalam double braces ({{}}).

Selanjutnya kita buat template yang lain untuk home.html dan timeline.html.

home.html

<!-- home.html -->
{% extends "layout.html" %}
{% block title %}
Tweepy
{% endblock %}
{% block body %}
<nav class="main-nav">
    <div class="lists">
      <div class="brand">
        <h1><a href="/">Tweepy</a></h1>
      </div>
    </div>
  </nav>
  <div class="content home">
    <section class="signup-form">
      <div class="signup-box">
        <h2 class="box-title">Belum punya akun? Ayo daftar, gratis!</h2>
        <form class="signup" method="POST" action="{{ url_for('register') }}">
          <div class="section-username">
            <label for="username">Username</label>
            <input type="text" name="username" placeholder="Username anda, digunakan pada saat sign in" />
          </div>
          <div class="section-fullname">
            <label for="fullname">Fullname</label>
            <input type="text" name="fullname" placeholder="Nama lengkap anda" />
          </div>
          <div class="section-password">
            <label for="password">Password</label>
            <input type="password" name="password" placeholder="Password anda" />
          </div>
          <div class="section-password2">
            <label for="password2">Password</label>
            <input type="password" name="password2" placeholder="Masukkan ulang password anda" />
          </div>
          <input type="submit" name="btn-signup" class="btn btn-signup" value="sign up" />
        </form>
      </div>
    </section>
    <section class="about-site">
      <div class="about-site-box">
        <h2 class="box-title">Website ini hanya untuk demo tutorial saja.</h2>
        <p>Database akan dibersihkan setiap harinya untuk mengurangi beban memori.</p>
        <p>Anda dapat mengikuti tutorial pembuatan website ini di <a href="/blog/">www.rahmandawibowo.com/blog/</a></p>
      </div>
    </section>
  </div>
{% endblock %}

timeline.html

<!-- timeline.html-->
{% extends "layout.html" %}
{% block title %}
  {% if request.endpoint == 'public_timeline' %}
    Public Timeline
  {% else %}
    My Timeline
  {% endif %}
{% endblock %}
{% block body %}
<nav class="main-nav">
  <div class="lists">
    <div class="brand">
      <h1><a href="/">Tweepy</a></h1>
    </div>
    <ul class="actions">
      {% if session.user_id %}
      <li><a class="btn btn-signout" href="{{ url_for('logout') }}">sign out</a></li>
      <li><a class="username">{{ session.username }}</a><li>
        {% else %}
        <li><a class="btn btn-signin" href="{{ url_for('login') }}">sign in</a></li>
        {% endif %}
      </ul>
      <form class="search" method="get" action="">
        <input type="text" name="input-search" placeholder="Cari teman"/>
      </form>
    </div>
  </nav>
<div class="content">
  <div class="tweet-box">
    <form method="POST" action="{{ url_for('add_tweet') }}">
      <textarea name="tweet" placeholder="Apa yang anda pikirkan saat ini?"></textarea>
      <input type="submit" value="Tweet" class="btn btn-tweet" />
    </form>
  </div>
  <div class="timeline">
    <h2 class="title">Timeline</h2>
    {% for tweet in tweets %}
    <div class="tweet-item">
      <div class="user">
        <a class="fullname" href="#">{{ tweet.username }}</a><span class="username">@{{ tweet.username }}</span>
      </div>
      <div class="tweet">{{ tweet.tweet }}</div>
      <div class="pub_date">{{ tweet.pub_date }}</div>
    </div>
    {% endfor %}
  </div>
</div>
{% endblock %}

Kita bisa menggunakan fungsi Flask dan data yang dimasukkan lewat fungsi render_template di dalam tanda double braces{{}}. Misalnya fungsi url_for() untuk mendapatkan alamat url dengan memasukkan string nama fungsi routing. Bisa juga memanggil variabel session. Yang perlu diperhatikan adalah semua data (array) yang dilewatkan melalui fungsi render_template bisa ambil pada template yang bersangkutan. Misalkan pada fungsi public_timeline() di tweepy.py, kita melewatkan hasil kueri ke variabel tweets. Pada timeline.html, kita dapat mengakses variabel tweets dan melakukan looping terhadap variabel tersebut.

Static file

Sebelumnya saya pernah menjelaskan bahwa file-file css dimasukkan pada folder static. Unduh file css di sini, lalu masukkan ke folder static.

Menjalankan web Tweepy

Untuk menjalankan web Tweepy, kita cukup menjalankan perintah python tweepy.py di terminal. Apabila tidak ada error, kamu bisa buka browser dan coba masukkan url http://localhost:5000. Kita mengeset @app.route('/') pada fungsi home(). Di dalam fungsi home(), kita me-render home.html sehingga yang tampil adalah kode yang kita masukkan di home.html. Halaman loginnya ada di http://localhost:5000/login. Setelah login, kita bisa membuat tweet dan akan muncul pada timeline kita.

Selanjutnya?

Pada artikel selanjutnya kita akan mengimplementasikan fitur-fitur yang belum dibuat seperti follow-follow-an dan melihat timeline dari akun lain. Apabila kamu punya pertanyaan seputar tutorial ini, jangan sungkan bertanya melalui kolom komentar yang tersedia. Semoga artikel ini bermanfaat!