Kembali Menulis

Tulisan-tulisan saya yang saya pikir tidak penting ternyata ada yang membaca dan mengapresiasi

Dua tahun yang lalu saya meninggalkan aktivitas menulis di situs ini. Alasan utamanya adalah karena dulu saya merasa tulisan-tulisan saya tidak memberikan banyak manfaat.


Saya pernah merasakan bagaimana sulitnya memperoleh tutorial-tutorial software development berbahasa Indonesia yang bagus.

Dulu, sumber pembelajaran pertama saya banyak berasal dari buku. Dan saya baru menggunakan internet secara intensif saat baru masuk kuliah. Namun di internet, tidak banyak juga tutorial-tutorial yang berbahasa Indonesia. Artikel-artikel tentang software development lebih didominasi oleh bahasa Inggris.

Mungkin ada bagusnya juga kondisi saat itu yang memaksa saya untuk membiasakan membaca artikel-artikel dalam bahasa Inggris. Setelah beberapa saat saya sudah terbiasa dengan hal itu. Saya langsung mendapatkan banyaknya pengetahuan baru yang seharusnya tidak bisa didapatkan dengan hanya membaca buku. Saya bisa memperoleh sumber pengetahuan yang tidak terbatas dan selalu mengikuti perkembangan jaman.

Bisa disimpulkan bahwa untuk meningkatkan kemampuan software development, kita perlu belajar bahasa Inggris. Tetapi tidak semua orang mahir membaca tulisan dalam bahasa Inggris. Bahkan teman-teman kuliah saya dulu banyak yang kesulitan untuk mengikuti tutorial dalam bahasa Inggris.

Saya membayangkan saya sendiri waktu pertama kali belajar pemrograman. Apabila saat itu saya bisa dengan mudah mendapatkan tutorial berbahasa Indonesia yang bagus dan lengkap, mungkin saya bisa lebih jago dibandingkan saat ini. Memang pada akhirnya kita tetap butuh mengonsumsi tulisan-tulisan berbahasa Inggris. Namun kita bisa memiliki pengetahuan dasar yang bagus sejak dini apabila artikel-artikel berbahasa Indonesia kita banyak dan berkualitas.

Itulah yang memotivasi saya untuk menulis.


Dengan berbekal motivasi, saya memutuskan untuk menulis blog untuk pertama kali pada akhir tahun 2014. Prinsip saya adalah menulis itu sama dengan berbagi. Dan juga bisa mempercantik portofolio untuk modal melamar pekerjaan…

Intinya saya sadar sekali bahwa menulis itu berguna bagi orang lain dan bagi diri sendiri.

Tapi menulis itu ternyata tidak semudah yang saya bayangkan pada waktu itu.

Hampir seluruh tulisan-tulisan saya membahas tentang teknologi web dengan format tutorial yang panjang. Bahkan ada beberapa tutorial yang dibagi menjadi beberapa artikel terpisah. Ditambah lagi saya perlu membuat contoh-contoh kode yang kadang-kadang bentuknya adalah sebuah aplikasi yang siap jalan. Sehingga untuk menulis satu artikel mungkin bisa membutuhkan waktu tiga sampai lima hari. Itupun kalau sedang rajin dan banyak waktu senggang.

Blog ini kecil. Pengunjungnya per hari tidak pernah tembus lebih dari 50 orang. Mungkin karena saat itu saya memfokuskan target pembaca saya hanya dalam lingkup teman-teman kuliah satu angkatan dan adik-adik angkatan.

Awalnya banyak yang mengapresiasi, tapi tidak tahu sampai mana dampaknya. Jarang juga ada teman yang benar-benar mengikuti blog ini sampai mendiskusikan secara serius mengenai tulisan-tulisan saya. Namun ternyata ada beberapa pembaca dari luar, yang bukan satu kuliah, yang secara aktif memberikan komentar dan pertanyaan pada tulisan saya. Hal itu menjadi semangat kecil saya untuk menulis lebih giat lagi.

Namun pada saat sudah mulai bekerja secara full-time, saya semakin sulit untuk menyisakan waktu untuk menulis. Karena untuk menulis tutorial butuh waktu yang tidak sedikit, saya menjadi enggan untuk menulis lagi. Ditambah lagi jumlah pengunjung yang trennya semakin menurun. Tidak ada lagi yang meninggalkan komentar pada tulisan saya.

Blog ini kecil dan sudah tidak ada lagi orang yang membaca. Blog ini sudah tidak memberikan manfaat bagi saya dan orang lain.

Sejak tanggal 6 Februari 2017, saya tidak lagi menulis di blog ini.


Setelah dua tahun berlalu, tiba-tiba timbul keinginan untuk melakukan perombakan terhadap blog ini. Niatnya bukan untuk memulai menulis kembali, tetapi sekedar untuk memenuhi hasrat ngoding saja. Sambil melihat-lihat kodingan blog, saya mengunjungi kolom komentar yang sudah lama terbengkalai. Tanpa saya ketahui, ternyata masih ada orang yang meninggalkan komentar di beberapa tulisan.

”Saya heran apabila ada artikel Emacs berbahasa Indonesia. Heran, bagaimana bisa saya menemukannya. Saya senang sekali saya bisa berjumpa pengguna Emacs seperti Anda. Memang saya bukan programer, tapi saya sangat mendukung artikel Emacs dalam Bahasa Indonesia. Saya harap Kang Rahmanda tetap terus menulis mengenai Emacs, terutama di bidang web. Saya berterima kasih banyak, Kang.” - Ade Malsasa Akbar (12 November 2016)

“Gan perbanyak lagi artikel Javascript…” - Jenal Alfianta (23 April 2018)

Setelah membaca komentar-komentar itu, saya menjadi terharu.

Memang hanya sedikit, tapi saya sangat menghargai apresiasi ini. Tidak pernah terpikirkan oleh saya bahwa masih ada orang yang mengikuti blog ini, yang kemudian mungkin kecewa karena saya tidak menulis lagi. Mungkin ada lebih banyak orang lagi yang saya tidak ketahui yang sebelumnya juga mendapatkan manfaat dari tulisan-tulisan saya.

Ya, saya akan menulis lagi.


Saya sangat berterima kasih kepada para pembaca blog ini.

Blog ini akan selalu menjadi sebuah pojok kecil tempat saya membagi pengetahuan saya.


Sedikit apapun pengetahuan yang kita bagikan akan bermanfaat bagi orang lain tanpa kita sadari.